AC Split Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis-Jenisnya

apa itu split

TL;DR

AC split adalah jenis pendingin ruangan yang terdiri dari dua unit terpisah: unit indoor yang meniupkan udara dingin ke dalam ruangan, dan unit outdoor yang melepaskan panas ke luar. Keduanya terhubung lewat pipa refrigeran. Ini adalah jenis AC paling umum digunakan di rumah tangga dan kantor kecil di Indonesia.

Ketika seseorang bertanya “apa itu split?”, kemungkinan besar mereka sedang mempertimbangkan untuk membeli AC atau baru melihat jenis AC tertentu di toko elektronik. AC split adalah istilah yang merujuk pada desain fisik unit pendingin ruangan, bukan merek atau fitur khusus. Memahami cara kerja dan perbedaan jenisnya akan sangat membantu sebelum memutuskan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan ruangan Anda.

Pengertian AC Split dan Kenapa Disebut “Split”

Kata “split” dalam bahasa Inggris berarti terpisah atau terbagi. AC split disebut demikian karena sistemnya terbagi menjadi dua bagian yang ditempatkan di lokasi berbeda. Unit indoor dipasang di dalam ruangan, biasanya menempel di dinding bagian atas, dan bertugas mengalirkan udara dingin ke ruangan. Unit outdoor dipasang di luar gedung atau rumah, dan bertugas melepaskan panas yang diserap dari dalam ruangan ke udara luar.

Dua unit ini terhubung melalui pipa tembaga yang mengalirkan refrigerant, yaitu zat kimia yang berfungsi menyerap dan melepaskan panas. Kabel listrik dan selang pembuangan air kondensasi juga melewati jalur yang sama. Menurut Kompas.com, desain terpisah ini memungkinkan bagian yang bersuara keras (kompresor dan kipas besar) berada di luar ruangan, sehingga tingkat kebisingan di dalam ruangan jauh lebih rendah dibanding AC jendela atau AC portabel.

Cara Kerja AC Split

Proses pendinginan AC split bekerja dalam siklus tertutup yang terus berulang. Secara sederhana, ada tiga tahap utama yang terjadi setiap kali AC menyala.

Pertama, refrigerant bertekanan rendah yang berbentuk gas mengalir ke kompresor di unit outdoor. Kompresor memampatkan gas ini hingga tekanan dan suhunya naik drastis. Gas panas bertekanan tinggi ini kemudian mengalir ke kondensor, masih di unit outdoor, dan panas dilepaskan ke udara luar dengan bantuan kipas. Refrigerant berubah wujud menjadi cairan saat mendingin.

Selanjutnya, cairan refrigerant mengalir ke katup ekspansi yang menurunkan tekanannya secara tiba-tiba, membuat suhunya turun sangat rendah. Cairan yang sangat dingin ini kemudian masuk ke evaporator di unit indoor. Udara panas dari dalam ruangan dihisap melalui filter dan melewati kumparan evaporator yang dingin, sehingga udara menjadi dingin dan ditiupkan kembali ke ruangan. Refrigerant menyerap panas dari udara ruangan, kembali menjadi gas, dan siklus berulang dari awal.

Baca juga: Apa Itu Ice Breaking dalam Pembelajaran dan Manfaatnya

Jenis-Jenis AC Split yang Umum Digunakan

AC split bukan hanya satu model. Ada beberapa varian yang dirancang untuk kebutuhan ruangan yang berbeda. Menurut Refcon, setidaknya ada lima jenis AC split yang umum ditemui di Indonesia.

AC Split Wall (Dipasang di Dinding)

Ini adalah varian yang paling umum. Unit indoor dipasang menempel di dinding bagian atas ruangan. Cocok untuk kamar tidur, ruang tamu, dan kantor kecil. Kapasitasnya tersedia mulai dari 0,5 PK hingga 2,5 PK untuk penggunaan residensial. Harganya paling terjangkau di antara semua jenis AC split.

AC Split Cassette (Dipasang di Plafon)

Unit indoor AC cassette dipasang di dalam plafon dan terlihat rata dengan permukaan langit-langit. Udara dingin dialirkan ke empat arah sekaligus, sehingga distribusi udara jauh lebih merata. Pilihan ini populer untuk restoran, ruang rapat, dan ritel karena estetikanya lebih bersih dan tidak mengganggu desain interior.

AC Split Floor Standing (Berdiri di Lantai)

Unit indoor berdiri tegak di lantai, mirip seperti kulkas sempit. Kapasitas pendinginannya bisa mencapai 5 PK, lebih besar dari jenis lainnya. Cocok untuk ruangan berukuran besar dengan langit-langit tinggi seperti aula, masjid, atau showroom kendaraan.

AC Split Duct

Jenis ini tersembunyi sepenuhnya di balik plafon. Udara didistribusikan melalui saluran atau duct ke beberapa titik di ruangan yang berbeda. Satu unit outdoor bisa melayani beberapa ruangan sekaligus. Investasi awal lebih tinggi, tapi tampilannya paling rapi dan sering digunakan pada gedung perkantoran besar atau hotel.

Baca juga: Average Price Adalah: Pengertian, Rumus, dan Cara Hitungnya

AC Split vs AC Inverter: Bukan Hal yang Sama

Banyak orang bingung antara “AC split” dan “AC inverter” seolah keduanya adalah kategori yang berlawanan. Padahal, inverter merujuk pada teknologi kompresor, bukan bentuk unitnya. AC inverter bisa berbentuk split wall, cassette, atau floor standing.

Perbedaan utamanya ada pada cara kompresor bekerja. AC non-inverter menyalakan dan mematikan kompresor secara penuh setiap kali suhu ruangan berubah. AC inverter menyesuaikan kecepatan kompresor secara bertahap sesuai kebutuhan, tanpa mati-nyala total. Hasilnya, menurut Aqua Elektronik, AC inverter bisa menghemat konsumsi listrik 30 hingga 50 persen dibandingkan AC non-inverter dengan kapasitas yang sama. Untuk penggunaan jangka panjang di rumah, investasi lebih tinggi pada AC inverter umumnya terbayar dalam waktu 1 hingga 2 tahun.

Tips Memilih AC Split yang Tepat

Sebelum membeli, ada dua angka penting yang perlu diperhatikan: kapasitas PK dan luas ruangan. Aturan umum yang dipakai teknisi AC adalah 1 PK untuk ruangan sekitar 14 hingga 18 meter persegi dengan tinggi langit-langit normal. Ruangan dengan banyak jendela, terkena sinar matahari langsung, atau sering penuh orang membutuhkan kapasitas lebih besar.

Perhatikan juga lokasi pemasangan unit outdoor. Unit ini membutuhkan sirkulasi udara yang baik dan tidak boleh terhalang dinding atau benda lain dari semua sisi. Pemasangan yang buruk membuat unit outdoor bekerja lebih keras, memperpendek umur kompresor, dan meningkatkan tagihan listrik. AC split adalah investasi jangka panjang, dan pemasangan yang benar adalah bagian dari investasi itu.

Scroll to Top